
WARTAEVENT.com – Makassar. Ragam potensi di dalam negeri, termasuk kekayaan budaya, bisa menjadi modal untuk memulai bisnis secara digital atau online. Niat dan kesungguhan yang dibarengi dengan penggunaan teknologi digital bisa menjadi awal baru untuk mengembangkan usaha.
Hal itu menjadi kesimpulan webinar yang mengambil tema “Peran Generasi Muda dalam Meningkatkan Daya Saing UMKM di Era Digital”, Senin (14/11/2022) di Makassar, Sulawesi Selatan, yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi.
Baca Juga : Kebebasan Berekspresi di Ruang Digital Harus Disertai Tanggung Jawab
Webinar ini menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Ketua Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma Jakarta Edy Prihantoro; dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muslim Indonesia Makassar Izki Fikriani Amir; dan Relawan TIK Indonesia Mario Devys.
Generasi milenial, menurut Izki Fikriani, adalah generasi yang menarik untuk dipantau. Perilakunya, pola pikir, serta manajemen keuangan dalam berwirausaha, menjadi panduan perkembangan ekonomi sebuah negara, termasuk Indonesia. Di satu sisi, jumlah wirausahawan di Indonesia terbilang rendah, yakni 2-3 % dari total populasi.
Baca Juga : Ini Cara Tangkal Radikalisme di Ruang Digital
Kelebihan generasi muda, lanjut Izki, adalah mampu membaca peluang bisnis, khususnya di era digital sekarang ini. Sebab, generasi muda tersebut memiliki jiwa kreatif dan selalu berinovasi secara konsisten dan terus-menerus. Kewirausahaan yang dilakukan generasi saat ini haruslah ditumbuhkan dengan strategi yang menarik.
“Tipsnya adalah memulai bisnis dengan keyakinan dan kesungguhan. Selain memiliki modal, bisa mempelajari keberhasilan bisnis yang dilakukan orang lain. Di samping itu, penguasaan teknologi digital untuk pemasaran khususnya, menjadi sebuah kewajiban,” ucap Izki.
Senada dengan Izki, Edy Prihantoro menyampaikan, penguasaan digital penting untuk memperluas pemasaran yang juga dilakukan secara digital. Pemasaran secara digital bisa menjangkau lebih banyak pelanggan dan prosesnya bisa dilakukan dengan cepat. Apalagi, pelaku usaha di era sekarang memanfaatkan platform digital untuk pemasaran yang lebih luas.
“Agar pemasaran berjalan efektif, perlu disiapkan aset digital untuk dapat mempromosikan dan menjual produk lewat internet (marketplace). Promosi harus dibuat secara kreatif, berisikan narasi yang tepat, foto yang menarik, dan video yang unik,” ucap Edy.
Baca Juga : Kecakapan Digital Wajib Dimiliki oleh Generasi Z
Sementara itu, modal yang bisa dibuat sebagai produk bisnis di Indonesia, menurut Mario Devys, terbilang banyak. Apalagi, dari perspektif budaya, Indonesia amat kaya tentang ragam kuliner, pakaian, dan produk budaya lainnya. Semua itu bisa diolah menjadi sumber atau modal bisnis yang dapat dilakukan secara online.
“Indonesia memiliki 3.259 kuliner asli. Belum lagi kuliner yang tidak tercatat dan tidak diperjualbelikan secara bebas. Lalu, ada ribuan ragam permainan tradisional Indonesia yang bisa menjadi konten budaya menarik,” kata Mario.
Baca Juga : Setelah Kuasai Teknik Pemasaran Digital, Jangan Abaikan Keamanan Siber
Dengan hadirnya program Gerakan Nasional Literasi Digital oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI diharapkan dapat mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif.
Kegiatan ini khususnya ditujukan bagi para komunitas di wilayah Sulawesi dan sekitarnya yang tidak hanya bertujuan untuk menciptakan Komunitas Cerdas, tetapi juga membantu mempersiapkan sumber daya manusia yang lebih unggul dalam memanfaatkan internet secara positif, kritis, dan kreatif di era industri 4.0. [*]
Editor : Fatkhurrohim