Perkuat Fondasi Pekerja Migran, MPM PP Muhammadiyah Gelar Kajian Keagamaan di Cirebon

Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menghadiri Pengajian Keagamaan Keluarga Migran Sakinah yang diselenggarakan di Desa Muara, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, pada Minggu (20/9/2026).

CIREBON, WARTAEVENT.com — Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menghadiri Pengajian Keagamaan Keluarga Migran Sakinah yang diselenggarakan di Desa Muara, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, pada Minggu (20/9/2026). Kegiatan ini diinisiasi oleh komunitas Sahabat Migran Berkemajuan (Saranmu) Cirebon bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Suranenggala.

Mengangkat tema “Perlindungan Sosial Keagamaan bagi Pekerja Migran,” agenda ini hadir sebagai langkah konkret membangun fondasi spiritual dan sosial bagi keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI). Komunitas Saranmu sendiri merupakan kelompok binaan Bidang Buruh Migran MPM PP Muhammadiyah yang telah dibentuk sejak November tahun lalu sebagai wujud pengejawantahan amanat Muktamar Muhammadiyah dan Rakernas MPM.

Read More

Fasilitator MPM PP Muhammadiyah, Ahsan Taqwim A, mengungkapkan bahwa Cirebon merupakan salah satu wilayah basis PMI terbesar. Oleh karena itu, MPM menghadirkan pendekatan pendampingan yang komprehensif dan terstruktur dari hulu hingga hilir.

“MPM bergerak mendampingi komunitas migran melalui pemberdayaan kelompok mustadh’afin. Pendekatan yang kami lakukan mencakup tiga tahap: sebelum keberangkatan, selama masa kerja, hingga saat purna migran,” ujar Ahsan dalam sambutannya.

Baca Juga :  Jadi Motor Ekonomi Rakyat, 12 Masjid Ribu Siap Bergerak

Lebih lanjut, Ahsan menjelaskan bahwa pada tahap pra-keberangkatan, calon PMI dibekali dengan pelatihan kompetensi, edukasi jalur legal, serta pembinaan keagamaan agar memiliki kesiapan spiritual dan mental. Pada tahap pelaksanaan di negara tujuan, MPM memfokuskan pada pendampingan serta advokasi hukum. Sementara pada tahap purna migran, pendampingan diarahkan pada tata kelola ekonomi keluarga agar hasil kerja dapat memberikan dampak berkelanjutan.

“Pendampingan ini tidak hanya terpusat pada pekerja migran yang berangkat, tetapi juga mencakup perlindungan dan pembinaan bagi anak serta keluarga yang ditinggalkan di tanah air,” tambah Ahsan.

Sementara itu, Ketua PCM Suranenggala, Warjo, menyambut baik langkah MPM PP Muhammadiyah. Menurutnya, penguatan spiritual sangat dibutuhkan agar para pekerja migran memiliki benteng moral yang kuat selama bekerja di luar negeri.

“Selain kegiatan sosial dan ekonomi, kegiatan keagamaan ini sangat penting untuk menanamkan nilai-nilai keislaman. Harapannya, selama bekerja di luar negeri, mereka tetap ingat pada fondasi agama yang telah dibangun. Ke depannya, PCM akan rutin menggelar agenda ini sebagai ajang silaturahmi dan wadah pembinaan warga,” ungkap Warjo.

Baca Juga :  Jadi Motor Ekonomi Rakyat, 12 Masjid Ribu Siap Bergerak

Acara kajian utama diisi oleh Ustaz Amin Basir yang memaparkan edukasi penguatan dimensi religiusitas dan langkah-langkah praktis mewujudkan Keluarga Sakinah Migran. Acara berlangsung hangat dan dipenuhi antusiasme dari para peserta yang terdiri dari jajaran pengurus PCM, PCA, serta Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) se-Kecamatan Suranenggala. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian  sudah install aplikasi WhatsApp ya.

  • Editor : Fatkhurrohim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *