Perkuat Pariwisata Banyuwangi, InJourney Gelar Event Gandrung Sewu pada Malam Hari

Gandrung Sewu 2026 digelar malam hari dengan 1.300 penari. InJourney dan Pemkab Banyuwangi dorong wisata budaya dan ekonomi lokal.

Rangkaian aktivitas tersebut berpotensi menggerakkan berbagai sektor, mulai dari transportasi, perhotelan, kuliner, perdagangan, hingga industri kreatif. Namun, dampak ekonomi itu akan bergantung pada kemampuan daerah menghubungkan agenda pertunjukan dengan paket perjalanan, layanan wisata, dan produk lokal yang mudah diakses pengunjung.

Direktur Komersial InJourney Airports, Very Y Setiady, menegaskan bahwa konektivitas udara perlu berkembang seiring dengan daya tarik destinasi. Menurutnya, ketersediaan akses penerbangan perlu didukung permintaan perjalanan yang berkelanjutan.

Read More

InJourney Airports membuka peluang koordinasi dengan maskapai untuk memetakan potensi permintaan, mengevaluasi kebutuhan kapasitas, serta menjajaki penyesuaian frekuensi penerbangan sesuai kondisi pasar dan kesiapan operasional.

Di sisi lain, jaringan layanan dan kanal promosi InJourney diharapkan dapat membantu memperluas jangkauan informasi mengenai Banyuwangi. Dengan demikian, promosi Gandrung Sewu tidak berhenti pada penjualan tiket pertunjukan, tetapi juga mendorong wisatawan menjelajahi destinasi lain di daerah tersebut.

Baca Juga :  The Mandalika Menjadi Destinasi Event Sport Tourism Internasional, Simak Ini Agendanya

Pengembangan ekosistem pariwisata Banyuwangi juga mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan kompetensi hospitality, serta perluasan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk terlibat dalam rantai ekonomi wisata.

Kurasi produk lokal, akses promosi, dan integrasi UMKM ke dalam pengalaman perjalanan menjadi beberapa langkah yang dapat memperbesar peluang usaha masyarakat memperoleh manfaat dari kunjungan wisatawan.

Pendekatan ini penting agar dampak Gandrung Sewu tidak hanya terkonsentrasi pada penyelenggaraan acara, tetapi juga menjangkau usaha kuliner, penginapan, transportasi lokal, perajin, dan pelaku ekonomi kreatif.

Meski demikian, keberhasilan kolaborasi tersebut perlu ditopang indikator yang terukur, seperti lama tinggal wisatawan, tingkat hunian akomodasi, transaksi UMKM, keterlibatan tenaga kerja lokal, serta perkembangan kunjungan ke destinasi lain.

Indikator tersebut dapat membantu menilai apakah pertunjukan budaya benar-benar menghasilkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan.

Herdy menegaskan, tujuan kolaborasi bukan semata-mata memperbesar skala penyelenggaraan acara, melainkan memperluas manfaatnya bagi masyarakat.

“Budaya harus tetap menjadi jiwa pengembangan destinasi, sementara konektivitas, hospitality, promosi, dan pemberdayaan ekonomi menjadi pengungkit agar manfaat pariwisata dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  InJourney Sambut Liburan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 dengan Program Spesial di Destinasi Wisata Ikonik

Melalui Gandrung Sewu 2026, Banyuwangi memiliki peluang untuk memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata budaya. Tantangan selanjutnya adalah memastikan inovasi pertunjukan, kesiapan akses, kualitas layanan, dan keterlibatan usaha lokal berjalan beriringan agar daya tarik budaya dapat berkembang menjadi manfaat nyata bagi masyarakat. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian  sudah install aplikasi WhatsApp ya.

  • Editor : Fatkhurrohim
  • Photo : Dok.InJourney

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *