Program Mahasiswa Janggkar Asa Dorong Pemberdayaan Lingkungan di Kampung Marunda Pulo

Mahasiswa LSPR melalui Jangkar Asa menggelar program pemberdayaan masyarakat pesisir Marunda dengan fokus lingkungan, literasi digital, dan budaya./Foto.Dok Jangkar Asa.

JAKARTA, WARTAEVENT.com – Upaya pemberdayaan masyarakat pesisir terus mendapat perhatian dari kalangan akademisi. Salah satunya melalui program “Jangkar Asa” yang digagas mahasiswa LSPR Institute of Communication & Business di Kampung Marunda Pulo, Cilincing, Jakarta Utara, pada 6–7 Juni 2026.

Mengusung tema “Perahu Kite: Merakit Harapan Pesisir Marunda”, program ini berfokus pada pengelolaan sampah, literasi digital, pelestarian budaya lokal, dan penguatan semangat gotong royong masyarakat. Kegiatan melibatkan ratusan warga RT 01 dan RT 02 dengan dukungan pemerintah setempat, organisasi masyarakat, serta instansi lingkungan hidup.

Read More

Baca Juga : Mahasiswa LSPR Dorong Kesadaran Lingkungan Pesisir Lewat Perahu Kite

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah penyerahan enam tong sampah terpilah dari Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara. Fasilitas tersebut ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Ketua pelaksana program, Najwa Fakhira, mengatakan kegiatan ini dirancang sebagai ruang kolaborasi antara mahasiswa dan warga untuk mendorong perubahan sosial yang berkelanjutan.

Baca Juga : Lokakarya Kemenko – LSPR: Satukan Kebijakan, Dengarkan Suara Masyarakat

Berbagai agenda edukatif turut digelar, mulai dari penyuluhan pengelolaan sampah, pelatihan pembuatan eco enzyme sebagai alternatif pengolahan limbah organik rumah tangga, edukasi penggunaan media sosial secara bijak bagi remaja, hingga pengenalan kembali permainan tradisional Betawi sebagai bagian dari pelestarian budaya lokal.

Tim UPS Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta yang turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan Gotong Royong Hari Kedua program Jangkar Asa./Foto.Dok Jangkar Asa.

Selain itu, mahasiswa bersama warga dan petugas lingkungan melakukan kerja bakti membersihkan kawasan permukiman serta kolam di sekitar kampung. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya pemilahan sampah dan kebersihan lingkungan.

Menurut penyelenggara, program ini menunjukkan dampak awal berupa meningkatnya partisipasi warga dalam kegiatan kebersihan, mulai diterapkannya pembuatan eco enzyme di tingkat rumah tangga, serta bertambahnya kemampuan remaja dalam memanfaatkan teknologi digital secara produktif.

Baca Juga : Jejak Berdaya LSPR: Menghidupkan Harapan dari Gang Sempit Kampung Bedeng

Sebagai tindak lanjut, masyarakat bersama penyelenggara juga merencanakan revitalisasi Tempat Pembuangan Sementara (TPS) melalui dukungan dana sebesar Rp2,5 juta.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat pengelolaan lingkungan sekaligus mendorong perubahan sosial yang berkelanjutan di kawasan pesisir Marunda. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian  sudah install aplikasi WhatsApp ya.

  • Editor : Fatkhurrohim

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *