Sementara itu Ir. Hendratmojo Bagus Hudoro, Plt. Direktur Hilirisasi dari Kementerian Pertanian menyampaikan bahwa pengaturan mengenai kopi ini memang sudah dinyatakan dengan jelas dalam peraturan UU Perkebunan Indonesia (UN No. 39/2014).
Sampai saat ini telah telah dibentuk beberapa dewan komoditi untuk bersinergi dengan Kementan. Dewan tersebut adalah mitra pemerintah untuk tujuh komoditas yang termasuk dalam program hilirisasi perkebunan yaitu: tebu, kopi, teh, kakao, kelapa, lada dan pala.
Baca Juga : Tantangan dan Langkah Terpadu Menghadapi Peraturan EUDR Industri Kopi
Khusus kopi dalam tiga tahun terakhir ini Kementan mendapatkan amanah untuk menggarap kopi 100.000 hektar. Hilirisasi ini akan dibangun dari fondasi hulu. Yaitu perbaikan tanaman, peremajaan dan perluasan tanaman. Masalahnya peningkatan suhu panas karena kekeringan telah menyebabkan kerusakan tanaman. Kenaikan 1 derajat Celsius panas saja telah merugikan tanaman kopi yang tadinya subur.
Baca Juga : Buatan Dalam Negeri, Naussa Kopitama Indonesia Tawarkan Inovasi Smart Coffee Machine Espresso
Lokasi juga menjadi masalah. Kalau dulu lokasi ketinggian 1000 meter masih bagus, sekarang harus 1.500 meter baru ideal untuk jenis Arabaika. Ini berkaitan dengan efektivitas penyinaran matahari terhadap tanaman. Berikutnya adalah serangan hama yang telah merambah ke dataran tinggi.
Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan mendorong dan memaksimalkan upaya pengendalian Organisme Penganggu Tumbuhan (OPT) komoditas perkebunan serta peningkatan kapabilitas penanganan OPT tanaman kopi.
“Perlunya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas perlindungan perkebunan dan para petani, khususnya tentang penanganan OPT tanaman kopi, sehingga dapat melakukan identifikasi, pengamatan, dan pengendalian OPT kopi dengan cara yang tepat. Ini perlu dilakukan demi mendorong kembali peningkatan ekspor dan kualitas mutu hasil komoditas perkebunan,” ujar Hendratmodjo B. Hudoro.
Baca Juga : Ini Hasil Diskusi ‘Malioboro Coffee Night’: Dari Yogyakarta Menuju Dunia
“Demi mendukung peningkatan produktivitas komoditas kopi di Indonesia Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan terus berupaya melakukan pembinaan, bimbingan, dan pendampingan kepada pekebun dalam menerapkan teknologi perlindungan perkebunan, pengamatan dan pengendalian OPT,” ujarnya.
Sinkronisasi dan kerja bersama adalah wajib
Pertemuan ditutup dengan komitmen koordinasi rutin antara Kemlu, Kementan, Dekopi dan pegiat kopi agar solusi untuk peningkatan harga dan pertumbuhan produksi dilakukan secara sinkron dan kerja sama yang erat agar memberi memberi dampak positif langsung kepada petani. ”Kita perlu kerja keras utk mengembalikan kejayaan kopi Nusantara di masa lalu”, kata Prof. Rachmat Pambudy.
Pembentukan ”Sekolah Kopi Nusantara”.
Rencana Bappenas mendirikan Sekolah Kopi Nusantara itu langkah yang strategis disambut semua peserta rapat dengan antusias.
Apabila rencana ini direalisasikan, akan mengangkat penguatan sumber daya manusia (SDM), ekosistem kopi, diplomasi dan ”branding Kopi Nusantara”.
JAKARTA, WARTAEVENT.com - Wakil Menteri Luar Negeri RI Arif Havas Oegroseno bertemu dengan wakil dari Pegiat Diplomasi Kopi, Dewan Kopi… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Kesadaran generasi muda terhadap pentingnya kesehatan mental terus meningkat. Seiring berkembangnya isu tersebut, kebutuhan akan ruang aman… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Pengalaman berkunjung ke pusat perabot rumah kini tak lagi hanya soal berbelanja. Bagi banyak orang, menikmati hidangan… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Paradigma pembangunan pariwisata Indonesia dinilai telah bergeser dari sekadar mengejar jumlah kunjungan wisatawan menuju penciptaan pengalaman yang… Read More
KARANGANYAR, WARTAEVENT.com – Pembangunan sektor pariwisata dinilai perlu bergeser dari pendekatan yang berorientasi pada infrastruktur menuju model yang menempatkan masyarakat… Read More
KULON PROGO, WARTAEVENT.com – Libur sekolah menjadi momen yang dimanfaatkan banyak keluarga untuk menikmati waktu bersama. Menjawab tren tersebut, MORAZEN… Read More
Leave a Comment