WARTAEVENT.com – Jawa Barat. Dalam rangka kampanye Gerakan Nasional Literasi Digital di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi menyelenggarakan Workshop Literasi Digital, Jumat, 16 Juni 2023, di Jawa Barat.
Tema yang diangkat adalah “Peran Influencer dalam Strategi Membangun Bisnis Kuliner Online” dengan menghadirkan narasumber Founder 30 Degree Media Network Fajar Sidik; Bidang Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Relawan TIK Provinsi Bali Ni Kadek Sintya; serta Relawan TIK Kabupaten Garut Fahmi Taufiq Zain.
Baca Juga : Berikut Kiat Sukses Berjualan di Media Sosial
Fajar Sidik memaparkan, banyak ragam menjual produk-produk dagangan, termasuk kuliner, kepada pelanggan. Selain pemasaran lewat online, penjualan produk makanan dan minuman pun kini memanfaatkan jasa influencer yang umumnya adalah artis atau publik figur. Diyakini, promosi yang dilakukan influencer tersebut bakal mendongkrak omzet penjualan.
“Khusus kuliner, ada dua macam strategi yang bisa mendongkrak penjualan, yaitu lewat jasa influencer dan jasa foodvlogger. Bedanya, influencer memiliki pengaruh sebagai penyebar informasi, memberikan persepsi dan preferensi, serta menjadi solusi dalam pemasaran,” kata Fajar.
Baca Juga : Etika dan Jaga Privasi, Modal Penting Berselancar di Media Sosial
Adapun foodvlogger, menurut Fajar, adalah pembuat konten kuliner yang memberikan ulasan tentang kualitas makanan yang diulas. Ia juga bisa merekomendasikan hal-hal apa saja terkait makanan dan minuman yang diulas. Selain itu, foodvlogger juga membuat konten dan membagikannya secara berkala.
Fajar juga memberikan sejumlah tips untuk menjadi influencer atau foodvlogger. Syaratnya adalah kedua jenis profesi tersebut harus sama-sama melakukan riset mendalam tentang kuliner yang hendak diulas atau dijadikan konten. Cara penyampaian harus bisa menarik perhatian audiens dan sebaiknya interaktif. Jangan lupa untuk turut serta mengikuti perkembangan di media sosial.
Fahmi Taufiq Zain membenarkan bahwa promosi di ruang digital sangat efektif untuk mendongkrak omzet bisnis kuliner. Menurut dia, strategi pemasaran maupun promosi bisnis kuliner secara digital lebih efektif dan lebih murah dibanding cara konvensional.
“Adapun cara digital dilakukan dengan promosi di media sosial, di lokapasar, atau membuat website resmi produk yang dijual tersebut. Bisa juga promosi dilakukan dengan berkolaborasi via rider hailing atau memanfaatkan jasa influencer,” ucapnya.
Baca Juga : Agar Bisnis Kalian Sukses, UMKM Wajib Bertransformasi Digital
Menurut Fahmi, bisnis kuliner di era sekarang ini terbilang menjanjikan. Selain sudah menjadi tren kekinian, bisnis kuliner memiliki risiko yang relatif rendah. Apabila memiliki cita rasa yang khas, sangat dimungkinkan bisnis kuliner tersebut akan laris dan digemari banyak pelanggan.
Sementara itu, menurut Ni Kadek Sintya, apabila hendak menggunakan jasa influencer atau foodvlogger, hal-hal berikut yang bisa mereka lakukan. Pertama adalah memberikan ulasan yang jujur terhadap produk yang dipromosikan. Kedua, memberikan pengalaman pribadi terkait produk yang dijadikan konten tersebut. Ketiga, harus memberikan informasi yang lengkap dan akurat.
Baca Juga : Jangan Hanya Judul, Kenali Isi Berita agar Tak Termakan Hoaks
“Untuk mempromosikan kuliner, influencer maupun foodvlogger harus sama-sama menggunakan pendekatan yang kreatif dan melibatkan interaksi dengan pengikut atau follower,” katanya.
Namun, ada sejumlah catatan yang tak boleh dilakukan influencer dan foodvlogger saat mempromosikan kuliner. Hal tersebut adalah dilarang memberikan informasi yang salah, tidak jujur memberikan ulasan, serta mengabaikan etika dan sensitivitas. Lalu, tidak boleh menyembunyikan hubungan dengan merek yang dipromosikan.
Baca Juga : Waspadai Penipuan di Whatsapp, Berikut Cara Mengatasinya
Workshop Literasi Digital ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia Makin Cakap Digital yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi. [*]
- Editor : Fatkhurrohim