Spirit Sapta Ajen menawarkan paradigma baru pemanfaatan AI untuk memperkuat pelestarian wayang, budaya, dan ekonomi kreatif Indonesia.
BANDUNG, WARTAEVENT.com – Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) memunculkan perdebatan di berbagai negara, termasuk mengenai masa depan seni tradisi. Di tengah kekhawatiran bahwa AI akan menggeser peran seniman, muncul gagasan yang menempatkan teknologi sebagai mitra pelestarian budaya, bukan penggantinya.
Gagasan tersebut diperkenalkan melalui konsep Spirit Sapta Ajen, sebuah paradigma yang mengintegrasikan teknologi AI dengan nilai-nilai budaya dalam pengembangan seni wayang Indonesia.
Baca Juga : Wayang Jogja Night Carnival Tahun Ini Angkat Tema ‘Pandawa Mahabiseka’ Ini Filosofinya
Konsep ini berangkat dari pandangan bahwa wayang telah mengalami proses adaptasi sepanjang sejarah. Perubahan dari tradisi lisan ke naskah tertulis, penggunaan teknologi pencahayaan modern, hingga hadirnya pertunjukan digital menunjukkan bahwa inovasi merupakan bagian dari perjalanan wayang tanpa menghilangkan nilai filosofis yang dikandungnya.
Pendekatan tersebut sejalan dengan arah kebijakan UNESCO yang menempatkan budaya sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan. Pada 2024, Indonesia menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang mengimplementasikan Artificial Intelligence Readiness Assessment Methodology (AI RAM) dari UNESCO sebagai bagian dari upaya membangun tata kelola AI yang etis, inklusif, transparan, dan berpusat pada manusia.
Dalam kerangka itu, AI dipandang bukan sebagai pengganti kreativitas manusia, melainkan instrumen yang dapat memperkuat dokumentasi, digitalisasi, pendidikan, hingga diplomasi budaya.
Baca Juga : Dibalik Cerita “Mintaraga” yang Dipentaskan Grup Wayang Orang Sriwedari
Spirit Sapta Ajen dibangun di atas tujuh nilai utama, yakni spiritual, budaya, kreatif, ekonomi, informasi, komitmen, dan keberlanjutan. Ketujuh nilai tersebut menjadi landasan etik agar pemanfaatan AI tetap menjaga martabat manusia, menghormati keberagaman budaya, serta memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis tradisi.
Page: 1 2
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Indonesia bersiap menjadi tuan rumah World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 pada 21–23 Oktober mendatang. Konferensi… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Musik, budaya populer, dan gaya hidup urban menjadi bagian dari perayaan satu dekade ESSE POP melalui event… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Sebanyak 45 mahasiswa yang tergabung dalam Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Chapter Universitas Padjadjaran (Unpad) mengadakan… Read More
BANYUWANGI, WARTAEVENT.com – Pertunjukan kolosal Gandrung Sewu 2026 akan menghadirkan pengalaman baru dengan konsep malam hari pada (24/10/2026) mendatang. Inovasi… Read More
WONOSOBO, WARTAEVENT.com — Pengembangan pariwisata tidak cukup mengandalkan keindahan alam dan daya tarik destinasi. Ketersediaan akomodasi yang representatif, kualitas pelayanan,… Read More
WONOSOBO, WARTAEVENT.com — Artotel Group memperluas portofolio hotelnya di Jawa Tengah dengan meresmikan ARTOTEL Wanasaba. Berlokasi di Jalan A. Yani… Read More
Leave a Comment