Ia juga mendorong pemanfaatan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan (AI), untuk memperluas akses masyarakat terhadap kekayaan budaya Indonesia sekaligus memperkuat diplomasi budaya di tingkat global.
Sebagai implementasi program, IPBN mengembangkan delapan motif Batik Derawan-Maratua yang seluruhnya telah memperoleh perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Motif tersebut mengangkat kekayaan laut dan budaya lokal, seperti penyu hijau, ubur-ubur tak menyengat Danau Kakaban, ombak, biota laut, hingga kehidupan masyarakat pesisir Berau.
Baca Juga : Melestarikan Batik sebagai Warisan Budaya, Istana Gelar Event ‘Istana Berbatik‘ di Hari Batik Nasional
Project Leader Pengembangan Batik dan Tari Dalling Derawan-Maratua, Nazam, mengatakan tahap berikutnya akan difokuskan pada promosi melalui berbagai platform digital agar masyarakat memahami filosofi di balik setiap motif batik.
Pada peluncuran perdana diperkenalkan tiga motif utama, yakni Bokko’ Lumangi yang merepresentasikan penyu sebagai simbol keseimbangan hidup, Buung Embal Naban yang terinspirasi ubur-ubur tak menyengat Danau Kakaban, serta Goyak yang menggambarkan dinamika ombak dan kekayaan laut tropis Derawan.

Selain batik, program ini juga merevitalisasi Tari Dalling melalui penyempurnaan koreografi, musik, tata busana, hingga strategi promosi digital. Salah satu upaya yang disiapkan adalah kampanye Dalling TikTok Trends untuk memperkenalkan tarian tersebut kepada generasi muda.
Dewan Pembina IPBN, Sapta Nirwandar, menilai perpaduan antara kekayaan alam, budaya masyarakat Bajau, Tari Dalling, dan Batik Derawan-Maratua menjadi modal kuat untuk menjadikan Derawan dan Maratua sebagai destinasi wisata budaya berkelas dunia.
Baca Juga : Melalui ‘Sandyakala Smara’, Denny Wirawan Membawa Batik Kudus Kembali ke Kota Kretek
Program ini merupakan bagian dari Program Layanan Produksi Bidang Kebudayaan yang didukung Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan dan LPDP guna memperkuat identitas budaya sekaligus menciptakan nilai tambah bagi pariwisata dan ekonomi kreatif di Kalimantan Timur. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian sudah install aplikasi WhatsApp ya.
- Editor : Fatkhurrohim











