Karena itu, Fadjar mendorong peningkatan kewaspadaan, pengawasan, serta penerapan standar operasional prosedur (SOP) bagi masyarakat dan wisatawan. “Kemenpar berkolaborasi dengan media mengedukasi wisatawan agar tercipta persepsi positif terhadap destinasi wisata,” katanya.
Sementara itu, Direktur Jawa Timur Park Group Rio Imam Sendjojo mengatakan pengembangan Jatim Park Group selama 25 tahun diarahkan pada perpaduan edukasi, hiburan, rekreasi, dan konservasi.
Pada September 2026 ini, Jatim Park Group juga melanjutkan pengembangan destinasi melalui Mega Science Center dan Budaya. Fasilitas tersebut dirancang sebagai ruang pembelajaran bagi pelajar mengenai sains, meliputi kimia, fisika, biologi, dan matematika, serta budaya.
Direktur Jawa Timur Park 3, Suryo Widodo, menambahkan aspek keselamatan menjadi bagian dari operasional destinasi. Jatim Park secara periodik melakukan simulasi kebencanaan untuk meningkatkan kesiapan petugas.
“Namun demikian, sesuai SOP dan standar Disnaker, Jatim Park secara periodik senantiasa melakukan simulasi kebencanaan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan para petugas,” katanya.

Di sisi lain, Manager Marketing & PR Jawa Timur Park Group, Titik S. Ariyanto, menyoroti pentingnya pengelolaan komunikasi ketika muncul persoalan di ruang digital.
Menurutnya, tim komunikasi bekerja selama 24 jam untuk memantau keluhan, saran, maupun informasi yang berpotensi menjadi hoaks melalui sistem peringatan dini.
“Krisis komunikasi di sosial media sangat luar biasa. Kalau ada informasi negatif, kita langsung buat rencana dan mengambil tindakan segera,” ujarnya.
Forum Ngoprek yang diinisiasi Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Forwaparekraf) tersebut mengangkat tema “Safety Tourism, Sustainable Future: Membangun Wisata Aman, Edukatif, dan Berkelanjutan.” (*)
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian sudah install aplikasi WhatsApp ya.
- Editor : Fatkhurrohim











