Wamenlu Arif Havas Oegroseno Dorong Replantasi dan Buka Pasar Baru untuk Dongkrak Ekspor Indonesia

Rinciannya: Indonesia memproduksi kopi arabika sebanyak 2,1 juta kantong dan kopi robusta sebanyak 9,9 juta kantong. Sebanyak 70% kopi yang dihasilkan Indonesia, yaitu jenis kopi robusta berasal dari daerah dataran rendah di Sumatra Selatan dan Lampung.

Baca Juga : ASKI Gelar Talkshow Peluang Ekspor Kopi Indonesia 2024

Read More

Namun demikian menurut Christieni tantangan Indonesia juga besar. Antara lain keterbatasan lahan yang dibutuhkan untuk pengembangan kopi Arabika. Disebutkan juga bahwa sebagian besar lahan kopi Arabika di Indonesia berada di daerah perbukitan dan pegunungan dengan topografi yang curam sehingga menyulitkan mekanisasi pertanian, meningkatkan biaya produksi, dan mempercepat erosi tanah dan rentan terhadap isu lingkungan.

Wamenlu Arif Havas Oegroseno menegaskan tiga langkah prioritas untuk memperkuat posisi kopi Indonesia.

Pertama, replantasi besar-besaran. Sebagian besar kebun kopi rakyat sudah tua dan kurang produktif. “Program hilirisasi tidak akan maksimal jika budi daya di hulu tidak optimal. Peremajaan menjadi langkah penting untuk memperkuat rantai nilai kopi,” ujarnya.

Kedua, pemetaan lahan dengan teknologi Al. Kemlu mendorong penggunaan microchip dan citra satelit untuk memetakan poligon lahan kopi. Data ini penting agar kopi Indonesia punya “Paspor Digital” berupa Surat Tanda Daftar Budi Daya dan lolos aturan bebas deforestasi Uni Eropa.

Ketiga, membuka pasar baru. Selain AS, Mesir, Malaysia dan Belgia, Wamenlu juga menyoroti Turki, negara Timur Tengah, dan Australia sebagai pasar potensial. Turki misalnya tidak punya lahan kopi tapi jadi hub ekspor ke 500 juta konsumen. Sementara Australia punya budaya kopi premium dan jarak dekat dengan Indonesia.

Baca Juga : Pentingnya Diplomasi Kopi untuk Memperjuangkan Kepentingan Indonesia

Data Kementan menyebut Indonesia produsen kopi terbesar ke-4 dunia 2024 dengan 12 juta kantong. 75% berasal dari Sumatra Selatan dan Jawa. Keunggulan kita: keragaman rasa, fine robusta, dan ditanam secara agroforestri. Pertemuan ditutup dengan komitmen koordinasi rutin antara Kemlu, Kementan, Dekopi dan pegiat kopi agar Diplomasi Kopi memberi dampak positif langsung ke petani. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian  sudah install aplikasi WhatsApp ya.

  • Penulis : Santi Ariyani
  • Editor : Fatkhurrohhim
  • Foto : Dok Diplomasi Kopi

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *