JAKARTA, WARTAEVENT.com – Industri business event semakin diposisikan sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi dan pariwisata Indonesia.
Pemerintah bersama pelaku industri memperkuat strategi tersebut melalui penyelenggaraan Indonesia Business Event Mart (IBEM) 2026 yang mempertemukan buyer internasional dengan pelaku industri business event nasional.
Baca Juga : IBEM 2026 Bidik Indonesia Jadi Hub MICE Regional Lewat Hosted Buyers
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan sektor pariwisata terus menunjukkan kinerja positif. Sektor akomodasi serta penyediaan makanan dan minuman mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 13,14 persen, sementara devisa pariwisata mencapai sekitar US$4 miliar pada kuartal pertama tahun ini.
Menurut Airlangga, tren bleisure—perjalanan yang menggabungkan aktivitas bisnis dan rekreasi—menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya sebagai destinasi business event dunia.

Ia pun menilai penyelenggaraan business events mampu menghasilkan dampak ekonomi yang luas melalui peningkatan kunjungan wisatawan, investasi, hingga konsumsi lokal. Sebagai gambaran, penyelenggaraan Piala Dunia FIFA mampu menghasilkan sekitar US$16 miliar bagi negara tuan rumah.
Sejalan dengan strategi tersebut, Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menyampaikan bahwa Kementerian Pariwisata menggelar Indonesia Business Event Mart (IBEM) 2026 sebagai platform business matching antara pelaku industri nasional dan pasar internasional.
Baca Juga : Dihadiri 200 Buyers dan Sellers, IBEM 2026 Perkuat Posisi Industri MICE Global
IBEM menghadirkan sekitar 200 seller dari sektor bisnis event dan pariwisata serta 220 buyers dari berbagai negara. Forum ini diharapkan membuka peluang kerja sama bisnis baru sekaligus memperluas akses pasar industri business event Indonesia.











