Menpar Widi menjelaskan, segmen business event saat ini menyumbang sekitar 30,75 persen terhadap pasar global event management yang pada 2024 bernilai sekitar US$1,2 triliun dan diproyeksikan meningkat menjadi US$1,29 triliun pada 2025.
Kawasan Asia Pasifik juga menjadi wilayah dengan tingkat partisipasi tertinggi serta pendapatan langsung terbesar kedua dalam industri business event global, sehingga membuka peluang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan pangsa pasar business event.
Baca Juga : Pariwisata Topang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, MICE Jadi Strategi Devisa Nasional
Untuk mendukung pengembangan industri tersebut, pemerintah terus memperluas portofolio business event melalui agenda internasasional, kegiatan lintas batas, serta Kharisma Event Nusantara.

Kementerian Pariwisata juga tengah mengembangkan Portal Event by Indonesia, platform digital nasional yang akan menjadi pusat informasi, data, dan layanan penyelenggaraan event di Indonesia.
Organizing Committee IBEM 2026, Christine Besinga, menilai Indonesia memiliki modal kuat untuk bersaing sebagai destinasi business event regional. Selain didukung hotel berbintang, ballroom berkapasitas besar, serta biaya penyelenggaraan yang kompetitif, Indonesia juga memiliki keragaman destinasi yang dapat dikembangkan sebagai lokasi business events.
Baca Juga : Kemenpar Dorong MICE Perkuat Pariwisata Berkualitas dan Ekonomi Asia Tenggara
Namun, menurutnya, tantangan terbesar masih terletak pada eksposur Indonesia di pasar internasional. Karena itu, promosi yang konsisten serta dukungan media dinilai menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing destinasi Indonesia.











